BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Bahaya Noise Ambience di PT. Wadja Karya Dunia Pati

Avatar photo
3
×

Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Bahaya Noise Ambience di PT. Wadja Karya Dunia Pati

Sebarkan artikel ini
WhatsApp-Image-2026-02-20-at-00.25.32-2

PATI, 21 Januari 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi mengenai bahaya noise ambience atau kebisingan lingkungan kerja kepada karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko paparan kebisingan yang sering dianggap biasa namun berdampak serius bagi kesehatan dan keselamatan kerja.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa noise ambien merupakan kebisingan latar yang terus-menerus ada di area kerja, seperti suara mesin produksi, kompresor, blower, forklift, maupun gesekan material. Karena sudah terbiasa, kebisingan ini kerap diabaikan, padahal paparan berulang dapat menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau penurunan pendengaran akibat bising.

Berdasarkan rekomendasi NIOSH, batas paparan kebisingan kerja adalah 85 dBA untuk durasi 8 jam. Jika pekerja harus meninggikan suara untuk berbicara pada jarak satu lengan, maka kondisi tersebut sudah tergolong berisiko dan perlu pengendalian.

Selain berdampak pada pendengaran seperti tinnitus dan kesulitan memahami percakapan, kebisingan berlebih juga memicu dampak non-pendengaran, seperti stres, gangguan konsentrasi, hingga peningkatan risiko penyakit jantung. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap keselamatan kerja karena komunikasi antar-operator dapat terganggu dan alarm bahaya tidak terdengar jelas.

Dalam studi kasus yang dipaparkan, area produksi dengan sumber bising seperti kompresor dan getaran mesin yang tidak terkendali dapat menimbulkan keluhan telinga berdenging hingga risiko near miss akibat miskomunikasi.

Mahasiswa KKN UPGRIS juga menekankan pentingnya penerapan hierarki pengendalian risiko, mulai dari perbaikan sumber bising (engineering control), pengaturan waktu kerja (administrative control), hingga penggunaan alat pelindung diri seperti earplug dan earmuff secara disiplin.

Selain itu, pemantauan rutin melalui pengukuran kebisingan dan tes audiometri berkala dinilai penting untuk mencegah kerusakan pendengaran secara permanen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap karyawan semakin sadar bahwa kebisingan bukan sekadar gangguan suara, tetapi risiko nyata bagi kesehatan dan keselamatan. Komitmen sederhana seperti melaporkan sumber bising yang tidak normal dan konsisten menggunakan pelindung pendengaran menjadi langkah awal membangun budaya kerja yang lebih aman.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program KKN UPGRIS dalam mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri, khususnya di PT. Wadja Karya Dunia Pati.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id