BeritaKuliah Kerja Nyata

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 Berikan Kontribusi dalam Optimalisasi Keterampilan Sensorik dan Motorik Anak Usia Dini di Penggaron Kidul

Avatar photo
40
×

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 Berikan Kontribusi dalam Optimalisasi Keterampilan Sensorik dan Motorik Anak Usia Dini di Penggaron Kidul

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, SemarangMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menunjukkan dedikasi nyata dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah RW 02 RT 01, Kelurahan Penggaron Kidul.

Selama dua hari, yakni pada Senin (26/1/2026) dan Rabu (28/1/2026), para mahasiswa menggelar program pendampingan pelatihan sensorik dan motorik yang berkolaborasi dengan PAUD Sayang Bunda. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini dirancang untuk menstimulus perkembangan kognitif dan fisik anak melalui metode bermain sambil belajar yang interaktif.

Antusiasme anak-anak sudah terpancar sejak pagi hari saat kegiatan dimulai dengan rutinitas yang ceria. Sebelum memasuki inti pembelajaran, para mahasiswa bersama tenaga pendidik mengajak anak-anak untuk melakukan senam ringan, bernyanyi lagu-lagu edukatif, dan diakhiri dengan doa bersama.

Langkah awal ini bertujuan untuk membangun suasana yang kondusif, meningkatkan fokus, serta memastikan anak-anak merasa nyaman dan bahagia sebelum memulai aktivitas eksplorasi warna dan tekstur yang telah disiapkan oleh mahasiwa KKN UPGRIS.

Pada pendampingan hari pertama, fokus utama kegiatan adalah pengenalan dan pengelompokkan warna menggunakan Media Pembelajaran Edukatif (APE) yang inovatif. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk melatih kerja sama tim. Tugas mereka adalah mengelompokkan warna sesuai dengan gambar wadah yang telah disediakan menggunakan media sedotan. Aktivitas ini sangat penting untuk melatih koordinasi mata dan tangan (motorik halus) serta kemampuan kognitif dalam membedakan warna.

Kegiatan semakin seru ketika anak-anak mulai berinteraksi dengan cairan berwarna merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. Penggunaan media sedotan sebagai alat bantu bukan tanpa alasan, teknik ini melatih kekuatan otot jari dan konsentrasi anak dalam mengarahkan cairan secara presisi. Para mahasiswa KKN mendampingi dengan sabar, memberikan arahan visual yang memudahkan anak-anak memahami instruksi. Suasana kelas riuh dengan antusias anak-anak saat berhasil memindahkan warna ke wadah yang sesuai, menunjukkan tingkat keberhasilan metode pembelajaran ini.

Memasuki hari kedua pendampingan, kreativitas anak-anak kembali diuji melalui kegiatan melukis dengan teknik yang unik. Alih-alih menggunakan kuas konvensional, tim KKN Kelompok 32 menyiapkan media “stempel kapas” yang terbuat dari penjepit baju yang dijepitkan pada kapas. Anak-anak diajak untuk berkreasi membentuk pola buah anggur dengan cara menotolkan warna pada kertas yang telah dibagikan. Teknik ini dipilih untuk memberikan pengalaman sensorik baru terhadap tekstur kapas yang lembut dan cara menggenggam alat yang berbeda dari biasanya.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini, di mana seluruh pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan yang dijamin aman bagi kulit. Kebebasan memilih warna memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri secara mandiri. Menanggapi hal ini, Ibu Eko Kusmiati selaku guru PAUD Sayang Bunda menyatakan apresiasinya. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi KKN UPGRIS. Saya merasa sangat senang melihat anak-anak begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara,” ujarnya.

Ibu Eko juga menekankan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan perspektif baru dalam pengajaran. “KKN UPGRIS bisa memberikan tambahan pendampingan pembelajaran sekaligus bermain dengan anak-anak melalui cara yang sangat kreatif. Pendampingan pelatihan sensorik dan motorik untuk anak usia dini seperti ini dinilai sangat bermanfaat dan penting bagi tumbuh kembang mereka. Pada masa golden age, stimulasi fisik melalui gerakan tangan saat menotol warna dan stimulasi otak melalui pengenalan warna akan memperkuat fondasi kognitif anak sebelum mereka memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi,” tuturnya.

Menurut beliau, kegiatan ini tidak hanya sekadar bermain, melainkan investasi jangka panjang bagi kemampuan motorik halus anak. “Anak-anak yang terbiasa melatih otot jari dan konsentrasinya melalui media sederhana seperti kapas dan sedotan akan memiliki kesiapan menulis yang lebih baik. Selain itu, aspek emosional mereka juga terasah karena belajar untuk bersabar dan teliti. Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa karena mampu menyederhanakan konsep pendidikan yang penting menjadi sebuah permainan yang sangat menyenangkan bagi peserta didik kami,” tambahnya.

Pihak PAUD Sayang Bunda menyatakan sikap terbuka untuk menjalin kerja sama berkelanjutan di masa depan. “Kami dari pihak PAUD Sayang Bunda sangat terbuka dan menyambut hangat jika teman-teman mahasiswa KKN UPGRIS ingin melakukan kolaborasi kegiatan pendampingan kembali di lain waktu. Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan untuk menyegarkan suasana belajar-mengajar di lingkungan sekolah kami agar anak-anak tidak merasa jenuh dan selalu bersemangat untuk datang ke sekolah setiap harinya,” ungkapnya dengan nada optimis.

Sebagai penutup, Ibu Eko Kusmiati menyampaikan pesan yang sangat mengapresiasi kinerja para mahasiswa KKN UPGRIS. “Sekali lagi saya sangat berterima kasih terhadap KKN UPGRIS yang sudah memberikan pendampingan pelatihan yang sangat bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya berguna untuk anak-anak didik agar lebih terampil dan tangkas, tetapi juga bagi kami para guru. Inovasi penggunaan bahan sederhana ini bisa menjadi inspirasi pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif untuk kami terapkan sehari-hari di kelas,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id