BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Bahaya Computer Vision Syndrome kepada Karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati

Avatar photo
2
×

Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Bahaya Computer Vision Syndrome kepada Karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati

Sebarkan artikel ini
WhatsApp-Image-2026-02-20-at-00.25.37

PATI, 20 Januari 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi mengenai bahaya Computer Vision Syndrome (CVS) kepada karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko kelelahan mata akibat penggunaan layar komputer dalam durasi panjang.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa CVS merupakan kondisi yang muncul akibat terlalu lama menatap layar komputer, laptop, maupun perangkat digital lainnya. Gejala umum yang sering dialami antara lain mata kering dan perih, penglihatan kabur, sakit kepala, serta leher terasa kaku.

Mahasiswa menekankan bahwa kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak pada produktivitas kerja dan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik.

Beberapa faktor penyebab CVS yang dijelaskan dalam sosialisasi tersebut meliputi jarang berkedip saat menatap layar, beban fokus jarak dekat yang terlalu lama, serta pencahayaan dan silau (glare) dari monitor maupun lampu ruangan yang tidak sesuai.

Karyawan juga diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti menaikkan suara saat berbicara karena mata terasa tegang atau sering mengucek mata merupakan tanda awal kelelahan visual yang perlu diwaspadai.

Untuk mencegah CVS, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan tiga langkah praktis yang mudah diterapkan di lingkungan kerja:

  1. Mengatur posisi monitor dan mengurangi silau, termasuk menyesuaikan tingkat kecerahan layar.
  2. Menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh ±20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk merelaksasi mata.
  3. Menjaga jarak pandang dan kebiasaan berkedip, dengan jarak ideal monitor sekitar 50–60 cm atau kurang lebih sepanjang lengan.

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya mengurangi durasi menatap layar tanpa jeda serta menjaga postur kerja yang ergonomis agar tidak menimbulkan ketegangan pada leher dan bahu.

Pihak perusahaan menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan aktivitas kerja karyawan, khususnya di area manajemen dan administrasi yang banyak menggunakan komputer dalam operasional sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kesadaran akan kesehatan mata di lingkungan kerja semakin meningkat. Dengan penerapan langkah pencegahan sederhana dan konsisten, risiko Computer Vision Syndrome dapat diminimalkan sehingga karyawan tetap sehat dan produktif.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN UPGRIS dalam mendukung penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri, khususnya di PT. Wadja Karya Dunia Pati.

 

 

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id