BeritaKuliah Kerja Nyata

Mahasiswa KKN Universitas Tidar Kenalkan BOCIL (Botol Celengan Imut dan Lucu), Media Edukasi Pilah Sampah bagi Siswa SDN Banyusari

Avatar photo
144
×

Mahasiswa KKN Universitas Tidar Kenalkan BOCIL (Botol Celengan Imut dan Lucu), Media Edukasi Pilah Sampah bagi Siswa SDN Banyusari

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Magelang — BOCIL (Botol Celengan Imut dan Lucu) menjadi media edukasi inovatif yang digunakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar periode 2026 dalam memberikan pemahaman tentang pemilahan sampah pada Selasa, 20 Januari 2026 teruntuk siswa kelas 3,4 dan 5 SDN Banyusari, Kecamatan Tegalrejo.

Kegiatan edukasi yang dikemas melalui penyampaian materi dan praktik langsung, dimana para siswa tidak hanya belajar mengenali jenis-jenis sampah namun sekaligus mengolah sampah botol plastik menjadi celengan imut dan lucu, sebagai sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Mahasiswa KKN Universitas Tidar mendampingi siswa SDN Banyusari agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendampingan tersebut siswa didorong untuk membiasakan perilaku memilah sampah sejak dini serta memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran, rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Vita Mudmainah selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa permasalahan sampah plastik masih menjadi isu krusial. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah bukan sekadar residu, tapi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikelola dengan kreatif. BOCIL adalah media edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar konsep tersebut,” ujarnya.

Edukasi Pemilahan Sampah

Kegiatan dimulai dengan edukasi mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Siswa diberikan penjelasan tentang pentingnya memilah sampah, manfaat yang diperoleh, serta risiko yang muncul jika sampah tidak dikelola dengan baik. “Adik-adik diajak sadar akan risiko jika sampah tidak dikelola, serta bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Yunita/Anggota Tim.

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN Universitas Tidar mengajak siswa mengikuti game edukatif pemilahan sampah. Dalam kegiatan ini, siswa dilatih untuk mengidentifikasi dan memisahkan sampah sesuai kategorinya, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teori tetapi juga praktis dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah. Kemudian diperkuat melalui praktik pembuatan celengan dari botol plastik bekas sebagai bentuk pemanfaatan sampah yang bernilai guna.

Praktik Pembuatan “BOCIL” Botol Celengan Imut Dan Lucu

Pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan BOCIL (Botol Celengan Imut dan Lucu) yang dibuat dengan memanfaatkan botol bekas yang telah dipilih sebelumnya. Dalam kegiatan ini, siswa dibimbing oleh mahasiswa KKN Universitas Tidar untuk mengkreasikan botol bekas menjadi celengan lucu dan menarik.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga dapat melihat dan memanfaatkan sampah plastik secara langsung menjadi produk yang berguna dan bernilai. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mendorong siswa untuk menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Selain pengelolaan sampah, pembuatan celengan BOCIL juga mengenalkan siswa pada konsep menabung dan pengelolaan keuangan pribadi. Celengan hasil karya siswa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sederhana untuk mengenalkan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, sehingga menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam mengatur keuangan sejak usia dini.

Kepala SDN Banyusari, Ibu Rosi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Universitas Tidar. “Program ini menghadirkan metode pembelajaran kreatif yang aplikatif dan berdampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah serta pembentukan karakter peduli lingkungan,” ungkap Ibu Rosi.

Integrasi Edukasi Lingkungan dan Aktivitas Kreatif

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Tidar berhasil mengintegrasikan pembelajaran terkait kepedulian lingkungan dengan aktivitas kreatif. Melalui kombinasi teori dan praktik, para siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola sampah sekaligus menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.

Program BOCIL diharapkan dapat menjadi contoh pendidikan berbasis praktik yang mudah dipahami dan berkelanjutan. Dengan metode ini, sekolah dapat terus mengembangkan pembelajaran kreatif yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengelola sampah dan mengembangkan karakter positif.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id