NEWSFEED.ID, Wonogiri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim I Tahun 2026 melaksanakan program sosialisasi dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pada Selasa (28/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program sosialisasi dan pendampingan QRIS dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai di kalangan pelaku UMKM Desa Gedong. Padahal, perkembangan transaksi digital saat ini menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi agar tetap kompetitif dan mampu mengikuti kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNDIP berinisiatif menghadirkan program edukasi yang mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan oleh pelaku UMKM.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian QRIS, manfaat penggunaan QRIS bagi UMKM, serta peran pembayaran digital dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa QRIS memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital hanya dengan satu kode QR, sehingga lebih praktis dan memudahkan konsumen.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan QRIS secara langsung. Mahasiswa KKN mendampingi pelaku UMKM mulai dari proses pendaftaran, pengisian data usaha, hingga tahap aktivasi QRIS. Pendampingan dilakukan secara personal agar setiap pelaku UMKM dapat memahami langkah-langkah penggunaan QRIS dengan baik dan tidak mengalami kendala teknis.
Salah satu mahasiswa KKN UNDIP dari Program Studi Ekonomi Islam S1, Khalisha, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas layanan usaha mereka. “Melalui penggunaan QRIS, pelaku UMKM dapat memberikan kemudahan pembayaran kepada pelanggan sekaligus memiliki pencatatan transaksi yang lebih rapi dan transparan,” jelasnya.
Para pelaku UMKM Desa Gedong menyambut positif kegiatan ini dan mengaku terbantu dengan adanya pendampingan langsung dari mahasiswa. Mereka menilai penggunaan QRIS dapat mempercepat proses transaksi, mengurangi risiko kesalahan penghitungan uang tunai, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Program sosialisasi dan pendampingan QRIS ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KKN UNDIP Tim I Tahun 2026 yang dilaksanakan pada periode 6 Januari hingga 10 Februari 2026. Melalui berbagai program pengabdian masyarakat, mahasiswa UNDIP berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa, khususnya dalam pengembangan UMKM dan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat.











