BeritaKuliah Kerja Nyata

Dari Dapur Rumahan ke Pasar Lebih Luas, KKN UPGRIS Perkuat Identitas UMKM Desa Leyangan

Avatar photo
143
×

Dari Dapur Rumahan ke Pasar Lebih Luas, KKN UPGRIS Perkuat Identitas UMKM Desa Leyangan

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Kabupaten Semarang — Produk olahan rumahan khas Desa Leyangan kini mulai melangkah menuju arah yang lebih profesional. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengambil peran aktif dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkuat identitas produk sebagai bekal menghadapi persaingan pasar. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengintegrasikan kreativitas akademik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat desa.

Pendampingan dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan sasaran UMKM risol dan lumpia milik Ibu Manji yang berlokasi di RT 02/RW 09 Desa Leyangan. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan identitas produk melalui pembuatan logo usaha sebagai langkah awal peningkatan citra merek sekaligus upaya memperluas jangkauan pemasaran.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pendampingan berupa perancangan logo produk yang berfungsi sebagai identitas visual UMKM. Logo ini diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, mempermudah proses pemesanan, serta meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap produk yang dipasarkan. Upaya ini menjadi langkah strategis agar produk lokal memiliki daya saing dan mudah dikenali di tengah persaingan pasar.

Adapun produk unggulan yang dikembangkan meliputi risol varian mayo mentai dengan isian saus mentai, sosis, telur, keju, dan bawang bombai, serta lumpia yang diproduksi secara rumahan. Kulit risol dibuat dari bahan dasar tepung, telur, maizena, dan minyak. Untuk harga jual, lumpia dipasarkan dalam kemasan satu besek berisi 10 buah dengan harga Rp45.000, sedangkan risol mayo mentai dijual seharga Rp16.000 per kemasan.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Syamsul Huda, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah konkret dalam membantu UMKM membangun identitas merek agar produknya dapat dipasarkan lebih luas.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami dalam membantu UMKM menciptakan identitas produk. Harapannya, tidak hanya UMKM Bu Manji, tetapi pelaku UMKM lain di Desa Leyangan yang membutuhkan dukungan branding juga dapat kami dampingi dengan senang hati,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Manji selaku pelaku UMKM menyambut positif pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UPGRIS. Ia menilai langkah tersebut selaras dengan kebutuhan pelaku usaha kecil yang masih memerlukan penguatan dari sisi tampilan dan identitas produk.
“Pendampingan dari mahasiswa sudah sangat baik dan sesuai dengan harapan kami sebagai pelaku UMKM. Semoga dengan adanya logo ini, produk risol dan lumpia saya semakin dikenal, berkembang, dan penjualannya bisa meningkat,” tuturnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM desa dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan pasar, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan perekonomian masyarakat Desa Leyangan secara menyeluruh.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id