NEWSFEED.ID, Jepara — Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, secara resmi meluncurkan program Bank Sampah Desa Telukawur pada hari Sabtu, 18 Januari 2026 yang bertempat di Balai Desa Telukawur. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis desa dalam mengatasi permasalahan sampah yang selama ini berkontribusi terhadap penyumbatan saluran air sekitar masyarakat dan meningkatkan risiko banjir, khususnya di wilayah pesisir.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Kepala Desa Telukawur, Carik Desa Telukawur, Perwakilan BUMDes, serta Mahasiswa KKNT Tim-10 Universitas Diponegoro selaku panitia dan penggagas kegiatan. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa.
Acara dimulai dengan pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Telukawur. Kepala Desa menyampaikan harapannya agar pengumpulan sampah plastik serta sampah lainnya dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan BUMDes, sambil mengembangkan lokasi strategis di pintu timur balai desa dan mengoordinasikan Perdes pengelolaan sampah bersama DLH.
Carik menekankan bank sampah sebagai inovasi baru yang selaras dengan Perdes No.7 Tahun 2025, yang butuh kerjasama BUMDes serta DLH untuk keberlanjutan, sambil berterima kasih kepada KKNT Tim-10. Sementara perwakilan BUMDes mengucapkan terima kasih atas bantuan mahasiswa dalam mengatasi masalah sampah desa, menyebut mitra lama mereka dengan Goodbag dari Jerman selama tiga tahun. Dalam sambutannya, Kepala Desa menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.
“Pengumpulan sampah, terutama sampah plastik, masih bisa kita maksimalkan. Ke depan, Bank Sampah ini perlu dikolaborasikan dengan BUMDes agar memiliki nilai ekonomi dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa berencana mengembangkan lokasi strategis Bank Sampah di pintu timur Balai Desa serta memaksimalkan pelaksanaan Peraturan Desa tentang pengelolaan sampah dengan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Carik Desa Telukawur yang menekankan aspek regulasi dan keberlanjutan. Ia menyampaikan bahwa Bank Sampah merupakan bentuk inovasi desa yang sejalan dengan payung hukum Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2025. “Apa yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT Tim-10 ini diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi menjadi program berkelanjutan yang dapat dikembangkan bersama BUMDes dan didampingi oleh DLH hingga menjadi produk yang bernilai,” tuturnya.
Perwakilan BUMDes Telukawur turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKNT. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKNT Tim-10 yang telah membantu menjawab permasalahan sampah di Desa Telukawur. Sebelumnya, BUMDes juga telah bermitra dengan perusahaan kebersihan Goodbag dari Jerman selama tiga tahun, dan ke depan kolaborasi ini sangat terbuka untuk mendukung Bank Sampah desa,” ungkapnya.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan peresmian Bank Sampah secara simbolis dan uji coba langsung pengelolaan sampah. Pada sesi ini, peserta mempraktikkan pemilahan sampah sesuai klasifikasinya, meliputi sampah plastik, kertas, kaleng, dan botol plastik. Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami keterkaitan langsung antara pengelolaan sampah dengan risiko banjir, serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga. Selain itu, Bank Sampah Desa Telukawur diharapkan mampu mengurangi volume sampah residu yang berpotensi menyumbat saluran air dan mendukung terbentuknya kelembagaan desa yang kuat dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi mitigasi banjir berbasis masyarakat. Acara ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menjaga lingkungan Desa Telukawur agar lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.











