NEWSFEED.ID, Surabaya — Chelsea Tiara Dwi Trisyana (1152400119), mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), menganalisis pentingnya public speaking bagi Generasi Z di era digital, pada Senin (22/12/2025). Analisis ini bertujuan untuk melihat seberapa penting public speaking dalam kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.
Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan kelompok yang tumbuh di tengah kemajuan pesat teknologi digital. Generasi ini dikenal aktif mengekspresikan diri melalui teks dan visual di media sosial. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi Generasi Z, di mana kebiasaan berinteraksi melalui media digital membuat sebagian individu merasa canggung saat berinteraksi secara langsung dan berbicara di depan publik.
Selain itu, interaksi sosial yang lebih banyak dilakukan secara virtual dibandingkan tatap muka dapat mengurangi keterampilan sosial dan empati. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan komunikasi digital dan komunikasi lisan. Di sinilah public speaking menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki Generasi Z agar mampu menyampaikan ide, gagasan, serta pendapat secara efektif dalam berbagai situasi.
Keberadaan public speaking dalam komunikasi merupakan kemampuan berbicara di depan audiens dengan tujuan menyampaikan informasi, memengaruhi, atau menghibur. Secara luas, public speaking mencakup seluruh aktivitas komunikasi lisan di depan orang banyak, seperti berbicara dalam rapat, membawakan acara sebagai MC, presentasi, diskusi, briefing, mengajar di kelas, hingga berbicara dalam forum daring. Bagi Generasi Z, public speaking menjadi sarana penting untuk mengekspresikan diri dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Namun, tantangan yang dihadapi Generasi Z akibat kebiasaannya berinteraksi melalui media sosial membuat mereka cenderung merasa gugup saat berinteraksi secara langsung. Kurangnya kepercayaan diri serta rasa takut saat berbicara di depan publik menyebabkan sebagian Generasi Z memilih untuk menghindari interaksi tatap muka.
Hal ini kerap terjadi di kalangan mahasiswa, misalnya saat presentasi di kelas, tidak sedikit mahasiswa yang masih membaca teks ketika memaparkan materi. Padahal, dalam presentasi mahasiswa dituntut untuk memahami materi yang disampaikan. Namun, pemahaman materi saja tidak cukup dalam public speaking. Penguasaan teknik-teknik public speaking juga diperlukan agar informasi dapat disampaikan dengan baik dan efektif.
Saat ini, public speaking tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui platform digital seperti presentasi daring, webinar, rapat virtual, dan pembuatan konten video. Menurut Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, “dengan adanya platform digital, kita bisa melatih teknik public speaking melalui media sosial, di mana banyak sekali Generasi Z yang mengekspresikan dirinya melalui media online.”
Banyak cara yang dapat dilakukan melalui platform digital untuk melatih teknik public speaking, seperti mengembangkan kemampuan secara bertahap dan belajar sepanjang hayat. Proses ini juga perlu dibarengi dengan upaya membangun kepercayaan diri. Pada dasarnya, public speaking bukanlah bakat yang dimiliki sejak lahir, melainkan keterampilan yang dapat dilatih dengan teknik-teknik yang tepat.
Sementara itu, menurut Chelsea Tiara Dwi Trisyana (1152400119), mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), era digital membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk melatih public speaking, sekaligus menuntut kemampuan berkomunikasi yang lebih adaptif dan efektif di ruang digital.
Meskipun terbiasa berkomunikasi di ruang digital, kemampuan berbicara di depan publik tetap menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, penguasaan public speaking menjadi kebutuhan penting agar Generasi Z tidak hanya aktif di dunia maya, tetapi juga mampu menyuarakan ide dan gagasan secara efektif di dunia nyata.
Penting bagi Generasi Z untuk melatih public speaking guna meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemampuan berpikir kritis, serta membantu menyusun dan menyampaikan ide secara sistematis. Selain itu, public speaking juga berperan penting dalam menunjang prestasi akademik, keterlibatan organisasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kurangnya kemampuan berinteraksi secara langsung pada sebagian Generasi Z, khususnya mahasiswa, dapat menyebabkan kesulitan dalam beradaptasi di lingkungan kampus. Hal ini mengingat banyaknya tuntutan yang mengharuskan mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan kampus, mulai dari presentasi di kelas hingga diskusi dalam forum besar saat rapat organisasi.
Oleh karena itu, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk melatih public speaking, seperti rutin berlatih berbicara di depan cermin, aktif mengikuti diskusi dan organisasi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana latihan berbicara. Konsistensi dan keberanian untuk mencoba menjadi kunci utama dalam meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.
Public speaking merupakan keterampilan penting bagi Generasi Z di tengah dominasi komunikasi digital yang semakin kuat. Meskipun Generasi Z terbiasa mengekspresikan diri melalui media sosial, kemampuan berbicara secara langsung di depan publik masih menjadi tantangan nyata, terutama bagi mahasiswa dalam lingkungan akademik dan organisasi.
Oleh karena itu, penguasaan public speaking menjadi kebutuhan utama untuk menjembatani kesenjangan antara komunikasi digital dan komunikasi lisan. Melalui latihan yang konsisten, pemanfaatan platform digital, serta keberanian untuk mencoba, kemampuan public speaking dapat dikembangkan secara bertahap. Dengan demikian, Generasi Z diharapkan tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu menyampaikan ide dan gagasan secara efektif, percaya diri, dan sistematis di dunia nyata.
Penulis: Chelsea Tiara Dwi Trisyana (1152400119)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG)









