ArtikelOpini

Dahsyatnya Sedekah Digital: Kekuatan Berbagi di Era Modern

Avatar photo
342
×

Dahsyatnya Sedekah Digital: Kekuatan Berbagi di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi berdonasis secara online melalui ponsel pintar.

NEWSFEED.ID, Banten — Kemajuan teknologi yang kian pesat telah memengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk cara masyarakat menyalurkan kebaikan. Salah satu bentuk inovasi yang semakin berkembang adalah sedekah digital. Apabila sebelumnya sedekah dilakukan secara langsung, kini donasi dapat disampaikan melalui media daring. Kehadiran sedekah digital memungkinkan masyarakat untuk berbagi tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat, serta tanpa perlu berinteraksi langsung dengan penerima bantuan.

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam praktik bersedekah di masyarakat. Pada masa sebelumnya, seseorang harus mendatangi langsung lokasi yang membutuhkan bantuan, seperti masjid atau panti asuhan. Namun saat ini, sedekah dapat disalurkan dengan mudah melalui telepon genggam hanya dengan beberapa langkah. Kehadiran berbagai platform donasi daring serta layanan dompet digital seperti Gopay dan OVO semakin memudahkan proses tersebut, sehingga kegiatan berbagi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Selain memberikan kemudahan dalam akses, sedekah digital juga menawarkan kelebihan dalam hal transparansi. Melalui platform donasi daring, para donatur dapat mengetahui penggunaan dana, memantau perkembangan program, serta memahami tujuan penyaluran bantuan. Keterbukaan informasi tersebut mampu meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat bahwa donasi yang disalurkan benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan.

Perkembangan Sedekah Digital

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar terhadap pelaksanaan sedekah dan aktivitas sosial. Kehadiran berbagai platform donasi daring, seperti Kitabisa, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, serta lembaga sosial lainnya, membuat kegiatan bersedekah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Donasi kini dapat dilakukan tanpa batasan waktu dan tempat, baik dari rumah, lingkungan kerja, maupun saat menghadapi kondisi darurat.

Selain memanfaatkan platform donasi resmi, media sosial turut memiliki peran penting dalam menyebarluaskan ajakan untuk berbagi. Konten berupa kisah kemanusiaan, video dokumentasi, hingga siaran langsung penggalangan dana mampu menggugah empati masyarakat. Oleh karena itu, media sosial menjadi salah satu sarana yang efektif dalam menumbuhkan dan menggerakkan solidaritas sosial.

Keistimewaan lain dari sedekah digital terletak pada jangkauannya yang sangat luas. Melalui teknologi, seseorang dapat berkontribusi dalam pembangunan sumur di Afrika, mendukung program wakaf Al-Qur’an di wilayah terpencil Kalimantan, maupun menyalurkan bantuan pendidikan ke daerah yang sulit dijangkau tanpa harus hadir secara langsung. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi membuat batas geografis seakan semakin sempit melalui terbentuknya jaringan kebaikan yang saling terhubung.

Sedekah digital memungkinkan masyarakat untuk memberikan donasi dalam jumlah kecil. Walaupun nominalnya terbatas, apabila dilakukan secara bersama-sama oleh banyak orang, dana yang terkumpul dapat menghasilkan dampak yang besar. Fenomena ini kerap terlihat dalam penggalangan dana yang dilakukan oleh kreator konten di media sosial, di mana tayangan mengenai kondisi pihak yang membutuhkan mampu mendorong ribuan orang untuk turut berpartisipasi dalam berdonasi.

Peran Sedekah Digital dalam Penanganan Bencana

Salah satu contoh nyata manfaat sedekah digital dapat dilihat dalam penanganan bencana banjir yang sering melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatra dan sekitarnya. Banjir menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian sehingga harus mengungsi dalam waktu yang cukup lama.

Pada era digital, penyaluran bantuan bagi korban banjir dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif. Jika pada masa sebelumnya bantuan hanya disampaikan secara langsung, kini masyarakat dapat menyalurkan sedekah melalui platform donasi daring, media sosial, maupun layanan dompet digital. Dengan memanfaatkan telepon genggam, bantuan dapat segera disampaikan kepada para korban bencana.

Sedekah digital merupakan solusi yang tepat dalam situasi darurat. Kontribusi dalam jumlah kecil yang diberikan oleh banyak orang dapat terhimpun menjadi bantuan yang besar dan bermanfaat. Selain itu, transparansi yang disediakan oleh platform digital mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendorong partisipasi yang lebih luas dalam membantu korban bencana.

Sedekah Digital dalam Perspektif Religius

Dalam ajaran Islam, sedekah memiliki kedudukan yang mulia sebagai bentuk ibadah. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan pahala bagi orang yang menunaikannya. Kehadiran sedekah digital memudahkan pelaksanaan ibadah sedekah secara lebih teratur. Salah satu contohnya adalah sedekah subuh yang kini dapat dilakukan secara rutin melalui aplikasi donasi, tanpa harus menentukan penerima secara langsung.

Sedekah digital turut membantu umat Islam untuk tetap konsisten dalam beramal. Melalui sistem digital, seseorang dapat menjadwalkan donasi secara berkala sehingga kegiatan bersedekah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Selain memperoleh pahala, sedekah juga diyakini membawa keberkahan, mendapatkan doa dari malaikat, serta berfungsi sebagai sarana penyucian harta.

Penutup

Pemanfaatan teknologi digital sebagai media bersedekah menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan. Sedekah digital tidak hanya berperan dalam meringankan beban korban bencana serta masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan sikap kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Oleh sebab itu, sinergi antara perkembangan teknologi dan kepedulian sosial menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai permasalahan kemanusiaan di era modern.

Daftar Pustaka

  • Haris, A. (2024). Determinan Niat Membayar Zakat, Infak, Sedekah Secara Digital. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 13–26.
  • Kharisma, P., & Jayanto, P. Y. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan e-zakat dalam membayar zakat, infaq, dan sedekah. AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 16(1).
  • Anggreiny, S. (2021). Strategi penghimpunan ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah) melalui digital QRIS di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah (Doctoral dissertation, IAIN Palangka Raya).
  • Afandi, M. N. A. (2024). Perilaku Masyarakat Dalam Berinfak Dan Sedekah Melalui Digital Payment: Pendekatan Model Utaut-3 (Studi Kasus Gen Z Di Yogyakarta) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
  • Wulandari, W. (2020). Peran Teknologi Digital dalam Fundraising Zakat, Infak, dan Sedekah Pada LAZNAS Mizan Amanah Ulujami Jakarta Selatan (Bachelor’s thesis, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
  • Safika, S., & Mardikaningsih, R. (2025). Pengaruh Kepercayaan dan Religiusitas terhadap Keputusan Sedekah Online. CURRENCY (Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah), 3(2), 442–467.
  • Syahbudi, M., & MA, S. (2022). Analisis Penghimpunan Dana ZIS (Zakat Infaq Sedekah) Berbasis Digital: Studi Kasus (LAZNAS Nurul Hayat Cabang Medan). PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(6), 654–661.

Penulis: Faridah Zulfa (241330135)
Mahasiswa Perkembangan Teknologi dan Informatika
Universitas Islam Negeri Banten

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id