NEWSFEED.ID, Pasuruan — Esai ini membahas peran literasi komunikasi dan bahasa sebagai infrastruktur intelektual bagi Generasi Emas 2045 dalam mendukung pengembangan teknik industri di Indonesia. Dokumen ini merupakan tugas mahasiswa yang telah melalui proses pemeriksaan Turnitin, dengan fokus pada visi Indonesia Emas 2045 serta pemanfaatan bonus demografi 2030–2040. Penulis menekankan bahwa penggunaan bahasa yang presisi sangat krusial untuk mencegah kesalahan dalam SOP, manual kerja, dan komunikasi industri.
Pendahuluan dan Metode
Pembahasan diawali dengan gambaran visi Indonesia Emas 2045, di mana Generasi Emas diharapkan unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang didukung oleh kemampuan literasi komunikasi yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kualitatif, dengan menganalisis jurnal, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik bahasa, teknik industri, dan Generasi Emas. Teknik industri diposisikan sebagai disiplin yang mengintegrasikan aspek teknik, manajemen, dan sistem kerja adaptif di tengah perkembangan era digital.
Tantangan Bahasa di Dunia Industri
Penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan industri masih menghadapi berbagai persoalan. Data menunjukkan hanya 47,4% responden yang memperhatikan kaidah bahasa saat merespons pelanggan, serta ditemukannya 289 kesalahan ejaan dalam modul praktikum. Kekeliruan ini berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari miskomunikasi, cacat produk, hingga kecelakaan kerja, seperti instruksi perakitan mesin yang bersifat ambigu. Temuan ini sejalan dengan penelitian Handayani et al. (2025) dan Pranata et al. (2023) yang menyoroti rendahnya perhatian terhadap ketepatan bahasa dalam dokumen teknis industri.
Peran Literasi Komunikasi
Literasi komunikasi mencakup kemampuan memahami, menyampaikan, dan menafsirkan informasi secara efektif, yang menjadi kunci dalam kolaborasi lintas disiplin dan kepemimpinan di bidang teknik industri. Literasi ini berperan dalam membentuk pola pikir logis, membangun kepercayaan profesional, serta mendukung inovasi berkelanjutan menuju terwujudnya Generasi Emas 2045. Oleh karena itu, pendidikan vokasi disarankan untuk mengintegrasikan pelatihan komunikasi teknis dan literasi digital dalam kurikulumnya.
Kesimpulan
Bahasa berfungsi sebagai fondasi intelektual yang menopang presisi teknis, kolaborasi, dan inovasi dalam bidang teknik industri guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Esai ini dilengkapi dengan daftar pustaka yang mencakup karya Handayani et al. (2025), Pranata et al. (2023), dan Ratri et al. (2024). Secara keseluruhan, esai memiliki total 1.848 kata dengan similarity index 11% yang bersumber dari publikasi dan referensi internet.
Penulis: M Triyas Firmansyah
Universitas PGRI Wiranegara











